Implementasi Teori Kognitif Dan Spiritualitas Dalam Sekolah Tinggi Teologi Implementation of Cognitive Theory and Spirituality in Theological College

Main Article Content

Sofiah Lentjang
Dunant F. Soukotta
Tan Winda

Abstract

Education in Theological Colleges often emphasizes cognitive theory while neglecting spirituality, leading to students who are intellectually capable but spiritually dry. This study aims to highlight the importance of integrating cognitive theory and Christian spirituality in theological education so that students not only master knowledge but also embody Christ-like character. The research uses a qualitative literature review method, analyzing books, journals, and biblical texts related to cognitive learning theory and spiritual formation. The results show that without strong spirituality rooted in God’s Word and the example of Jesus Christ, high cognitive ability can lead to arrogance, moral failure, and an inability to be a living testimony. Therefore, theological colleges must prioritize spiritual formation—including humility, love, self-control, prayer, and obedience—alongside cognitive development. This integration produces graduates who are both intellectually competent and spiritually mature, capable of being salt and light in society.


Contribution: This study contributes a practical emphasis on the necessity of integrating cognitive theory with Christ-centered spirituality in theological colleges to prevent intellectualism without moral integrity and to form graduates who reflect Jesus' character.


Pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi sering kali hanya mementingkan teori kognitif dan mengabaikan spiritualitas, sehingga mahasiswa cerdas secara intelektual tetapi kering secara rohani. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya mengintegrasikan teori kognitif dan spiritualitas Kristen dalam pendidikan teologi agar mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan tetapi juga memiliki karakter serupa Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan menganalisis buku, jurnal, dan teks Alkitab yang berkaitan dengan teori belajar kognitif dan pembentukan rohani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa spiritualitas yang berlandaskan Firman Tuhan dan teladan Yesus Kristus, kecerdasan kognitif yang tinggi dapat menyebabkan kesombongan, kegagalan moral, dan ketidakmampuan menjadi kesaksian hidup. Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Teologi harus mengutamakan pembentukan spiritualitas—termasuk kerendahan hati, kasih, penguasaan diri, doa, dan ketaatan—bersamaan dengan pengembangan kognitif. Integrasi ini menghasilkan lulusan yang cakap secara intelektual sekaligus matang secara rohani, mampu menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.


Kontribusi: Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penegasan praktis tentang perlunya mengintegrasikan teori kognitif dengan spiritualitas yang berpusat pada Kristus di Sekolah Tinggi Teologi, guna mencegah intelektualisme tanpa integritas moral dan membentuk lulusan yang mencerminkan karakter Yesus.

Article Details

How to Cite
Lentjang , S. ., Soukotta, D. F., & Winda, T. (2023). Implementasi Teori Kognitif Dan Spiritualitas Dalam Sekolah Tinggi Teologi: Implementation of Cognitive Theory and Spirituality in Theological College. MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social, 1(1), 42–55. https://doi.org/10.46362/ptaki.v1i1.4
Section
Articles

References

Asrori, Mohammad. Psikologi Pembelajaran. Bandung: PT Sandiarta Sukses, 2019.

Bahabol, Edim, and Youke Singal. “Education for Life Based on Christian Teacher Competence in Indonesia.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 2, no. 1 (2020): 62–85. https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i1.21.

Baharudin, H & Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar & Pembelajaran. Jogja, 2015.

Banu, Sriwadi, and Novida Dwici Yuanri Manik. “Pengaruh Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Pada Keluarga Yang Tidak Memiliki Ayah.” Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2021): 73–83. https://doi.org/https://doi.org/10.55076/didache.v3i1.49.

Brake, Andrew. Spiritual Formation. Bandung: Kalam Hidup, 2018.

Eunike, Pratiwi, and Bobby Kurnia Putrawan. “Membangun Toleransi Antar Umat Beragama Sebagai Tanggung Jawab Sosial Kehidupan Kekristenan Di Era Pandemi Covid 19: Studi Kasus Masyarakat Rusunawa Rawabebek.” PUSAKA 9, no. 2 (November 25, 2021): 251–64. https://doi.org/10.31969/pusaka.v9i2.527.

Goestjahjanti & Sarah. Pendidikan Karakter. Bekasi: LACMI, 2021.

Gulo, Yoseti, and Widjaja Sugiri. “Pengaruh Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pelayanan Remaja Dalam Konteks Gereja Di Indonesia.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 2, no. 2 (2020): 86–101. https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i1.1.

Heng, Pamela Hendra, Desiree Gracia Nelwan, and Septi Lathiifah. “Overview of Psychological Well-Being and Forgiveness of Christian Youth in North Sumatera.” MAHABBAH: Journal of Religion and Education 2, no. 2 (2021): 93–111. https://doi.org/10.47135/mahabbah.v2i2.28.

Hidayat, Rahmat & Abdillah. Ilmu Pendidikan, Konsep, Teori dan Aplikasinya. Medan: LPPPI, 2019.

Hill, Winfred F. Teori-teori Kognitif dalam Tradisi Behaviorisme & Pergeseran dari Koneksionisme ke Kognitivisme. Jakarta: Nusamedia, 2021.

Jarvis, Matt. Psikologi Kognitif. Jakarta: Nusamedia, 2021.

Kurnia Putrawan, Bobby, and Pratiwi Eunike. “Islamic Radicalism: History and a Case Study in the Indonesia Context.” Jurnal Theologia 32, no. 2 (2021): 153–72. https://doi.org/https://doi.org/10.21580/teo.2021.32.1.7906.

Lumingkewas, Marthin Steven, Bobby Kurnia Putrawan, and Susanti Embong Bulan. “The Meaning of Jesus’ Identity and Mission in Mark 8:31-38 : A Reflection for God’s People.” Millah: Jurnal Studi Agama 21, no. 1 (2021): 253–74. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/millah.vol21.iss1.art9.

Mbeo, Ella Tesalonika, and Andreas Bayu Krisdiantoro. “Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah.” Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (December 27, 2021): 17–29. https://doi.org/10.55076/didache.v3i1.46.

Nai, Firmira Angela. Teori Belajar & Pembelajaran Implementasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jogja: Deepublish, 2017.

Phang, Stephen, and Bobby Kurnia Putrawan. Roh Kudus Dan Karya-Nya Bagi Gereja. 1st ed. Jakarta: Sekolah Tinggi Teologi Indonesia, 2020.

Rachmawati, Tutik & Daryanto. Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang Mendidik. Yogyakarta: Gava Media, 2015.

Rahmat, Abdul. Pengantar Pendidikan. Teori, Konsep dan Aplikasi. Bandung: Ideas Publishing, 2010.

Rumahlatu, Jerry. Psikologi Kepemimpinan. Jakarta: CV. Cipta Varia Sarana. 2011.

Rumahlatu, Jerry. Menyemai Benih Pendidikan Kristen. Bekasi: LACMI. 2021.

Soedarmanta, JB. Membiasakan Perilaku Yang Terpuji. Jakarta: PT. Grasindo, 2010

Suhendra, Yan, & Susanti Embong Bulan. “Kasih Allah Akan Dunia Ini: Panggilan Umat Kristen Untuk Mengasihi Indonesia (God’s Love For This World: Christians Call To Love Indonesia).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 1 (June 22, 2021): 51–71. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.34.

Tanasyah, Yusak, Alisaid Prawiro Negoro, Bobby Kurnia Putrawan, Ester Agustini Tandana, and Robby Robert Repi. “Spiritual Formation Dalam Membangun Mahasiswa Menjadi Pemimpin Di Sekolah Tinggi Teologi.” REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (2021). https://doi.org/https://doi.org/10.46307/rfidei.v6i2.126.

Thobroni, M. Belajar & Pembelajaran, Teori dan Praktik. Jogja:Ar-Ruzz Media, 2015.

Wahyuni, Sri, and Yan Kristianus Kadang. “Mendidik Anak.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no. 2 (2019): 122–43. https://doi.org/https://doi.org10.46362/quaerens.v1i2.6.

Widjaja, Imron, Bobby Kurnia Putrawan, Hengki Wijaya, Sekolah Tinggi, Teologi Periago, and Jl Bambu. “Manajemen Pendidikan Agama Kristen Melalui Pelayanan Penggembalaan Dalam Kelompok Sel.” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 18, no. 2 (2020): 159–70. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i2.689.

Widjaja, Imron, and Lasmaria Nami Simanungkalit. “Christian Religious Education Management, Goverment Service, in Cell Groups on the Quality of the Faith of Church Members in Indonesia Bethel Church of Graha Pena.” MAHABBAH: Journal of Religion and Education 1, no. 1 (2020): 55–69. https://doi.org/https://doi.org/10.47135/mahabbah.v1i1.8.

Yuberti. Teori Pembelajaran dan Pengembangan Bahan Ajar Dalam Pendidikan. Lampung: AURA, 2013.

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.