Implementasi Teori Kognitif Dan Spiritualitas Dalam Sekolah Tinggi Teologi
Main Article Content
Abstract
Education that only emphasizes cognitive theory but only prioritizes spirituality in the Theological College, students will become spiritually dry. Of course he will probably master all the theory in the lesson but not have a good moral spirituality. A student who does not understand the purpose of spirituality in his life will not be able to develop the knowledge they get. As we know science without good spirituality, namely not following the example of Jesus Christ and not obeying God's Word, unable to practice a good spiritual life in daily life will be blind and paralyzed. As students at the Theological College, the Lord Jesus wants us to do the right thing by following his example so that we become like Him. Considering the current decline in the spiritual life of Christians, the emphasis on spirituality based on God's word needs to be increased. So this journal was created so that teachers or lecturers, pastors and prospective pastors in Christian religious education at the Theological College prioritize the spiritual life of their students in the Christian education process.
Pendidikan yang hanya mementingkan teori kognitif tetapi hanya sedikit mengutamakan spiritualitas dalam Sekolah Tinggi Teologi, maka peserta didik akan menjadi kering kerohaniannya. Tentunya dia mungkin akan menguasai semua teori dalam pelajaran namun tidak memiliki moral spiritualitas yang baik. Seseorang peserta didik yang tidak memahami tujuan spiritualitas dalam hidupnya maka tidak akan mampu mengembangkan pengetahuan yang mereka dapat. Seperti yang kita ketahui ilmu tanpa adanya spiritualitas yang baik yaitu tidak mengikuti teladan Yesus Kristus dan tidak mentaati Firman Tuhan, tidak dapat mempraktikkan kehidupan spiritualitas yang baik dalam kehidupannya sehari-hari maka akan buta dan lumpuh. Sebagai peserta didik di Sekolah Tinggi Teologi, Tuhan Yesus ingin kita melakukan perbuatan yang benar dengan mengikuti teladannya agar kita menjadi sama seperti Dia. Mengingat kehidupan spiritualitas orang Kristen saat ini semakin menurun, maka penekanan spiritualitas yang berlandaskan firman Tuhan perlu ditingkatkan. Maka jurnal ini dibuat agar para guru atau Dosen, gembala dan calon gembala dalam pendidikan agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi lebih mengutamakan kehidupan rohani peserta didiknya dalam proses pendidikan Kristen.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Asrori, Mohammad. Psikologi Pembelajaran. Bandung: PT Sandiarta Sukses, 2019.
Bahabol, Edim, and Youke Singal. “Education for Life Based on Christian Teacher Competence in Indonesia.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 2, no. 1 (2020): 62–85. https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i1.21.
Baharudin, H & Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar & Pembelajaran. Jogja, 2015.
Banu, Sriwadi, and Novida Dwici Yuanri Manik. “Pengaruh Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Pada Keluarga Yang Tidak Memiliki Ayah.” Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2021): 73–83. https://doi.org/https://doi.org/10.55076/didache.v3i1.49.
Brake, Andrew. Spiritual Formation. Bandung: Kalam Hidup, 2018.
Eunike, Pratiwi, and Bobby Kurnia Putrawan. “Membangun Toleransi Antar Umat Beragama Sebagai Tanggung Jawab Sosial Kehidupan Kekristenan Di Era Pandemi Covid 19: Studi Kasus Masyarakat Rusunawa Rawabebek.” PUSAKA 9, no. 2 (November 25, 2021): 251–64. https://doi.org/10.31969/pusaka.v9i2.527.
Goestjahjanti & Sarah. Pendidikan Karakter. Bekasi: LACMI, 2021.
Gulo, Yoseti, and Widjaja Sugiri. “Pengaruh Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pelayanan Remaja Dalam Konteks Gereja Di Indonesia.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 2, no. 2 (2020): 86–101. https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i1.1.
Heng, Pamela Hendra, Desiree Gracia Nelwan, and Septi Lathiifah. “Overview of Psychological Well-Being and Forgiveness of Christian Youth in North Sumatera.” MAHABBAH: Journal of Religion and Education 2, no. 2 (2021): 93–111. https://doi.org/10.47135/mahabbah.v2i2.28.
Hidayat, Rahmat & Abdillah. Ilmu Pendidikan, Konsep, Teori dan Aplikasinya. Medan: LPPPI, 2019.
Hill, Winfred F. Teori-teori Kognitif dalam Tradisi Behaviorisme & Pergeseran dari Koneksionisme ke Kognitivisme. Jakarta: Nusamedia, 2021.
Jarvis, Matt. Psikologi Kognitif. Jakarta: Nusamedia, 2021.
Kurnia Putrawan, Bobby, and Pratiwi Eunike. “Islamic Radicalism: History and a Case Study in the Indonesia
Context.” Jurnal Theologia 32, no. 2 (2021): 153–72. https://doi.org/https://doi.org/10.21580/teo.2021.32.1.7906.
Lumingkewas, Marthin Steven, Bobby Kurnia Putrawan, and Susanti Embong Bulan. “The Meaning of Jesus’ Identity and Mission in Mark 8:31-38 : A Reflection for God’s People.” Millah: Jurnal Studi Agama 21, no. 1 (2021): 253–74. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/millah.vol21.iss1.art9.
Mbeo, Ella Tesalonika, and Andreas Bayu Krisdiantoro. “Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah.” Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (December 27, 2021): 17–29. https://doi.org/10.55076/didache.v3i1.46.
Nai, Firmira Angela. Teori Belajar & Pembelajaran Implementasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jogja: Deepublish, 2017.
Phang, Stephen, and Bobby Kurnia Putrawan. Roh Kudus Dan Karya-Nya Bagi Gereja. 1st ed. Jakarta: Sekolah Tinggi Teologi Indonesia, 2020.
Rachmawati, Tutik & Daryanto. Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang Mendidik. Yogyakarta: Gava Media, 2015.
Rahmat, Abdul. Pengantar Pendidikan. Teori, Konsep dan Aplikasi. Bandung: Ideas Publishing, 2010.
Rumahlatu, Jerry. Psikologi Kepemimpinan. Jakarta: CV. Cipta Varia Sarana. 2011.
Rumahlatu, Jerry. Menyemai Benih Pendidikan Kristen. Bekasi: LACMI. 2021.
Soedarmanta, JB. Membiasakan Perilaku Yang Terpuji. Jakarta: PT. Grasindo, 2010.
Suhendra, Yan, & Susanti Embong Bulan. “Kasih Allah Akan Dunia Ini: Panggilan Umat Kristen Untuk Mengasihi Indonesia (God’s Love For This World: Christians Call To Love Indonesia).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 3, no. 1 (June 22, 2021): 51–71. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.34.
Tanasyah, Yusak, Alisaid Prawiro Negoro, Bobby Kurnia Putrawan, Ester Agustini Tandana, and Robby Robert Repi. “Spiritual Formation Dalam Membangun Mahasiswa Menjadi Pemimpin Di Sekolah Tinggi Teologi.” REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (2021). https://doi.org/https://doi.org/10.46307/rfidei.v6i2.126.
Thobroni, M. Belajar & Pembelajaran, Teori dan Praktik. Jogja:Ar-Ruzz Media, 2015.
Wahyuni, Sri, and Yan Kristianus Kadang. “Mendidik Anak.” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no. 2 (2019): 122–43. https://doi.org/https://doi.org10.46362/quaerens.v1i2.6.
Widjaja, Imron, Bobby Kurnia Putrawan, Hengki Wijaya, Sekolah Tinggi, Teologi Periago, and Jl Bambu. “Manajemen Pendidikan Agama Kristen Melalui Pelayanan Penggembalaan Dalam Kelompok Sel.” EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan 18, no. 2 (2020): 159–70. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i2.689.
Widjaja, Imron, and Lasmaria Nami Simanungkalit. “Christian Religious Education Management, Goverment Service, in Cell Groups on the Quality of the Faith of Church Members in Indonesia Bethel Church of Graha Pena.” MAHABBAH: Journal of Religion and Education 1, no. 1 (2020): 55–69. https://doi.org/https://doi.org/10.47135/mahabbah.v1i1.8.
Yuberti. Teori Pembelajaran dan Pengembangan Bahan Ajar Dalam Pendidikan. Lampung: AURA, 2013.